Belajar dalam Kebebasan Bulan Bunga Bunda

Oleh Bulan XI Galant


“Merdeka” kata yang bagiku adalah sematan kemenangan bagi orang-orang yang memperjuangkan dan mempertahankannya. Kata yang sudah sepatutnya tidak hanya diperuntukkan untuk diucapkan saja, tetapi juga untuk dirasakan dan dinikmati. 75 tahun sudah Indonesia menyemat kata merdeka, menjadi bangsa yang berdiri sendiri tanpa adanya intervensi dari bangsa-bangsa lain. Akan tetapi, bagai medali emas yang tidak pernah dibersihkan atau diasuh dan diurus, kemerdekaan Indonesia menjadi kotor, menjadi berdebu, dan usang. Setidaknya itulah yang aku rasakan dan amati. Semakin hari, kemerdekaan malah semakin mengekang bukan membebaskan, terutama dalam konteks belajar.


Di Indonesia aku belum merasa dapat memposisikan diriku sebagai pembelajar yang merdeka. Aku merasa aku masih dikekang oleh sistem yang selalu mendogma dan mendikteku menjadi seorang yang bukan diriku sendiri. Ya, sistem pendidikan di Indonesia yang masih berbasis nilai, memenjarakanku dari kebebasan berkarya dan berinovasi. Budaya masyakarat yang selalu asal mengecap kata bodoh dan pintar kepada kami para pelajar, jelas menjadi tekanan tersendiri. Pendidikan seharusnya dapat memerdekan siswa dari segala ketakutan untuk menjadi diri sendiri, bukan malah menyeragamkan siswa dengan cara membentuk standar kompetensi yang berbasis nilai.


Di luar dari pada itu, aku merasa beruntung karena setidaknya aku masih dapat mengandeng gelar “pelajar” sedangkan banyak teman seusiaku yang tidak seberuntung itu. Banyak dari mereka yang terbatas dengan keadaan, terutama keadaan finansial, padahal hal tersebut seharusnya dapat diantisipasi seminimal mungkin. Esensinya, aku merasa bahwa merdeka belajar dapat diraih ketika kita bisa benar-benar merasa bebas dalam mencari ilmu, mengekspresikan diri, berinovasi, dan berkarya dengan dukungan lingkungan, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Merdeka belajar bagiku, ketika kita bisa menjadi versi terbaik dari diri kita masing-masing, karena setiap dari kita berbeda dan tidak adil rasanya jika kita harus disamaratakan. Maka dari itu selain merdeka belajar haruslah juga ada keadilan dalam belajar.


Aku sendiri selalu suka belajar, tapi tunggu dulu, belajar bagiku lebih dari sekedar duduk di kelas dan mendengarkan guru. Belajar bagiku adalah sebuah proses pencarian dan dalam proses tersebut aku berharap aku bisa menemukan kebebasan yang selama ini aku dambakan, kebebasan dalam mencari jati diri, kebebasan dalam belajar itu sendiri.

11 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.