Belajar Hidup dari Korea Selatan


VPP SMP-SMA Notes: Edisi Juni 2020 By M. Ariefianto



(Review Diskusi antara Aa Gym dan bapak Umar Hadi Duta Besar RI untuk Republik Korea Selatan)

Republik Korea Selatan baru merdeka pada tahun 1953 selisih sekitar 8 tahun dengan Indonesia. Namun saat ini Korea Selatan (Korsel) termasuk negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dengan GDP sekitar 4% termasuk 5 besar dunia. Lalu apa rahasianya? Menurut bapak Umar Hadi banyak hal yang menjadi alasan dibalik pesatnya pertumbuhan bangsa Korsel, namun ada beberapa poin penting diantaranya adalah:


1. Hidup selalu Waspada dari Ancaman

Geografi Korsel diantara beberapa negara besar yang pernah menjajah dan selalu merasa mengancam Korsel sendiri, diantaranya Tiongkok, Jepang, Rusia. Dengan kewaspadaan ini membuat semua indera baik cipta, karsa juga rasa digunakan yang pada akhirnya muncul berbagai kreativitas tuk bersaing dengan negara-negara yang dianggap sebagai sumber ancaman tersebut. Tujuan awalnya untuk tidak mau kembali dijajah oleh negara manapun disekitarnya, namun dengan filosofi kewaspadaan itu mampu membuat bangsa Korsel terus berkembang dan maju di jajaran elit bangsa di dunia.


Sebagai sebuah bangsa dan negara terkadang melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) bisa menjadi sebuah bencana ketika tidak dibarengi dengan kewaspadaan juga mawas diri dari berbagai ancaman. Hal ini lumrah karena negara disekitar tentu juga akan mengincar SDA yang dimiliki negara lain, lalu dengan cara apapun akan mencoba menguasainya baik cara lembut melalui investasi ataupun kasar sekalipun melalui invasi. Karenanya melimpahnya SDA harus diimbangi dengan meningkatnya kemampuan bangsa itu untuk mengelola sampai mempertahankan dari ancaman negara lainnya. Dalam bidang ini Korsel berhasil membuat negaranya mampu mengelola SDA nya dari berbagai ancaman yang ada, ini buah dari perjalanan panjang sejarah Korsel yang dijajah hampir oleh negara-negara yang berbatasan dengannya. Bangsa Korsel merasakan sekali “pahitnya” juga sengsaranya rakyat ketika dijajah sehingga tidak ingin dijajah kembali, bangkit lalu berdiri sejajar bahkan mungkin saat ini lebih “gagah” daripada negara yang sempat menjajahnya. Bangsa Korsel mampu, Indonesia juga harus mampu!


2. Prinsip Hidup Konfusian yang Seimbang

Bangsa Korea dalam hal ini termasuk Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) memiliki hubungan sejarah panjang dengan bangsa Tiongkok. Hal ini dibuktikan dengan masih melekatnya ajaran Konfusian dalam bermasyarakat Korea. Prinsip hidup Konfusian ini sampai saat ini dijadikan landasan juga filosofi masyarakat Korea, khususnya Korsel selalu berpijak pada keseimbangan hidup. Kejujuran adalah filosofi dasar dari masyarakat Korsel. Bahkan pengalaman pak Umar Hadi selama tinggal di Korsel, bahkan tuk barang-barang yang dijual di tukang loak atau barang bekas jika disebut barang original maka dipastikan memang barangnya bagus. Hal ini karena kejujuran dari para pedagang di Korsel.


Selain Kejujuran, etos kerja disiplin yang tinggi menjadi filosofi bagi masyarakat Korsel. Walau memang untuk urusan kedisiplinan masih bergantung pada individu namun mayoritas masyarakat Korsel sangat menjaganya. Hampir disemua aspek kehidupan ditegakkan kedisiplinan dengan konsekuensi yang juga dijalankan dengan konsisten. Tidak aneh apabila di Korsel mantan presidennya diproses hukum lalu dipenjara karena menyalahgunakan kewenangannya selama menjabat atau juga konglomerat nomor 1 di Korsel meringkuk di penjara, semua bisa terjadi dan umum saja, bukan sesuatu hal yang aneh. Semua berangkat dari kedisiplinan menjalankan aturan hidup yang sudah disepakati bersama. Semua dalam bingkai filosofi Konfusian yang fanatik dijalankannya.


3. Berfikir Global Tidak Hanya Lokal

Setiap individu atau industry di Korsel memiliki mentalitas memenuhi kebutuhan global saat merancang, membuat dan memasarkan setiap produknya. Hampir pasti tidak pernah ada pikiran tuk memenuhi kebutuhan domestik atau lokal di negaranya saja. Mentalitas ini membuat semua produk dari Korsel akan bersaing langsung dengan produk-produk dari negara lain yang juga sangat produktif di dunia seperti Jerman, Jepang, Tiongkok juga Amerika Serikat sekalipun. Mentalitas ini menjadikan hampir semua produk Korsel mampu diserap oleh pasar dunia sekaligus mengglobalkan brand/merk Korsel ke seluruh dunia.


Imbas dari produk Korsel yang mengglobal hasil pendapatan negara Korsel 70% nya dari perdagangan internasionalnya. Jika mau iseng membandingkan dengan Indonesia, pendapatan dari perdagangan internasionalnya baru sekitar 10%, begitu masifnya produk Korsel di kancah internasional. Produk Samsung, Hyundai, LG dari Korsel juga menjadi duta-duta negara yang mampu terus mempertahankan kualitasnya di level dunia. Semua berawal dari Mindset ketika membuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dunia, hasilnya pun mendunia.


4. Teamwork yang Fanatik, Jiwa Kompetitif yang Terawat

Hal positif berikutnya dari sikap warga Korsel yang menunjang kesuksesannya adalah Kerjasama Tim dari antar individunya yang sangat nampak. Setiap Tim dari grup terkecil di perusahaan pemula sampai terbesar di level perusahaan multi nasional sangat menjaga kerjasama timnya. Ketika bekerja mereka akan bersama mencapai target-target yang diberikan tuk grup itu, diluar pekerjaan anggota tim akan bersama-sama menikmati waktu setelah kerja untuk makan bersama juga melepas penatnya masing-masing. Bahkan di weekend dan hari libur anggota tim itu akan olahraga bersama juga melakukan aktivitas lainnya, semua dilakukan dengan penuh kebersamaan.


Uniknya, kebersamaan kerja tim yang ada tetap tidak menghilangkan jiwa kompetitif para individu di Korsel tuk melakukan yang terbaik. Sejak berkembang dewasa di sekolahnya para warga Korsel sudah terbiasa kompetitif tuk mendapatkan sekolah terbaik, mentalitas ini menjadi ciri utama warga Korsel yang selalu kompetitif, dimanapun.


5. Selalu Utamakan Kualitas Prima Produk daripada Kuantitas

Poin ini sedikit banyak senafas dengan poin berfikir Global. Dimana semua produk yang dihasilkan oleh warga Korsel harus berstandar dunia, tidak untuk memenuhi kebutuhan lokalnya saja sehingga cenderung dibuat asal-asalan jadi dan digunakan. Dengan semangat ini semua yang dihasilkan oleh warga Korsel berkualitas prima dan dijamin tinggi mutunya. Hal ini bukan saja tuk produk berbentuk barang saja, bahkan untuk berbagai kebijakan publik atau kebutuhan masyarakat dibuat oleh pemerintahnya dengan kualitas prima tuk seluruh warganya nyaman menjalankannya.


Pemerintah Korsel sejak awal merdeka memiliki suatu badan Kementrian khusus yang mengurus kebijakan publiknya. Kementrian ini dinanamakan Kementrian Regulasi Pemerintahan tugasnya mengharmonisasi regulasi publik di daerah sampai nasional. Visinya "Membuat Rakyat yang Bahagia". Contoh nyata adalah Kebijakan Covid 19 yang dibuat oleh kementrian dimaksud. Pemerintah Korsel berhak menutup semua aset negara diantaranya Sekolah, Bandara, Stasiun juga fasilitas publik lainnya, namun Pemerintah tidak bisa menutup toko/mall atau kios di pasar karena itu milik individu dan swasta. Maka pemerintah Korsel hanya menghimbau toko, mall dan kios di pasar dengan protokol kesehatan tertentu yang ketat. Intinya hak-hak individu tetap dihargai oleh pemerintahnya, keselamatan warganya juga tetap dilindungi, itulah ciri utama pemerintahan di Korsel khususnya.

Itu semua adalah hal positif dari kehidupan di Korsel. Ada sedikit hal yang kurang menurut pak Umar Hadi dari kehidupan di Korsel. Hampir semua warganya hidup terlalu serius, bahasa gaulnya “kurang santuy”. Tuntutan hidup dengan tingkat kompetisi yang tinggi sejak dini membuat semua warga Korsel kurang mampu menikmati proses hidup yang dijalaninya. Hal ini yang memicu tingkat stress yang tinggi pada ujungnya juga meningkatkan resiko tingkat bunuh diri yang massif juga di Korsel. Untuk hal menikmati hidup dan tersenyum warga Korsel perlu belajar dari orang Indonesia yang sangat menikmati hidupnya, bahkan ketika kena musibah pun selalu berucap, “untung…” Abad 21 adalah masa Bangsa Asia yang akan Dominan di Dunia. Di masa pandemi ini terbukti negara Asia cepat recovery dari kondisi pandemi global ini. Apakah Indonesia termasuk bagian di dalamnya? Setidaknya ada yang tetap berkata, “untung…” jikalau pun itu belum tercapai, karena kita tetap negeri yang terlatih selalu bahagia bagaimanapun kondisinya.

50 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.