Budayaku Indonesia

Oleh Navin - X Modest


Indonesia adalah negara yang memiliki aneka ragam kebudayaan, yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing. Setiap suku bangsa memiliki banyak kebudayaan yang sangat unik, bahkan bisa dibilang tidak ada di negara lain kecuali di Indonesia. Kebudayaan yang sudah ada sejak dahulu ini sangat perlu dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi-generasi bangsa selanjutnya, lebih tepatnya oleh para pemuda-pemudi Indonesia agar kebudayaan Indonesia yang beragam dan unik selalu dilihat dan dipandang oleh negara lain bahwa betapa kaya dan uniknya kesenian yang telah dilestarikan dan dibudayakan oleh bangsa kita. Contoh dari kesenian yang dikenal oleh negara lain di antaranya, kesenian batik, reog, dan musik angklung. Indonesia sebagai negara yang plural dengan ragam kebudayaannya mampu menarik perhatian dunia salah satu warisan budaya tersebut adalah batik.


Batik adalah kain yang dilukis menggunakan canting dan cairan lilin malam sehingga membentuk lukisan-lukisan bernilai seni tinggi di atas kain mori. Batik berasal dari kata ‘amba’ dan ‘tik’ yang merupakan bahasa Jawa, yang artinya adalah menulis titik. Kalau zaman dahulu disebut ambatik. Dikutip dari laman resmi Pemerintah Jawa Barat, “Awalnya, batik hanya digunakan untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan.


Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat batik. Awalnya, kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh perempuan saja untuk mengisi waktu senggang lalu berkembang menjadi pekerjaan tetap perempuan pada masa itu. Saat ini, membuat batik dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak ada yang dapat memastikan kapan batik tercipta, tetapi batik sudah ada sejak zaman Majapahit silam dan terus berkembang pada raja-raja selanjutnya. Batik juga berkembang di zaman penyebaran Islam di Indonesia.


Batik yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia adalah salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan terus-menerus yang menyimpan berbagai kearifan yang mengakar. Setiap daerah memiliki batik yang khas merupakan kekuatan yang sangat luar biasa khususnya bagi kekayaan seni budaya Indonesia dan belum ada negara manapun yang memiliki kekayaan rancangan motif yang unik pada batik seperti yang dimiliki bangsa Indonesia. Batik sendiri mulai dikenal oleh masyarakat luar negeri sejak diperkenalkan oleh presiden kedua Indonesia yaitu Presiden Soeharto. pada pertengahan tahun 80-an dengan memberikan batik sebagai cinderamata bagi tamu-tamu negara. Tak hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin terkenal.


Seiring perkembangan teknologi di masa sekarang, pembuatan batik pun tidak terbatas dengan menggunakan canting. Batik cap yang dibuat menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat proses pembuatan batik. Namun batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik tulis.

Budaya Reog juga nggak kalah terkenal. reog ponogoro adalah salah satu kesenian tradisional Jawa Timur. Sebuah seni pertunjukan yang kental dengan hal-hal berbau mistik dan ilmu kebatinan yang diketahui berasal dari Kabupaten Ponogoro. Oleh karenanya, lebih popular dengan sebutan reog ponogoro. Identitas reog pun sangat melekat dengan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah tersebut.


Selain mendapat julukan Kota Reog atau Bumi Reog, pernak-pernik reog juga banyak dijumpai, termasuk di gerbang pintu masuk Ponogoro. Sebenarnya, selain di Ponogoro, istilah reog juga mewakili nama dari kesenian yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Di Jawa Barat, reog adalah nama dari kesenian tradisional Sunda yang dibawakan oleh empat orang dengan memainkan gendang. Adapun di Jawa Tengah ada kesenian reog yang berasal dari Kabupaten Brebes yang dimainkan oleh dua orang bertopeng. Sayangnya seni reog yang ada di kedua provinsi tersebut telah menjadi pertunjukan yang sulit dijumpai karena jarangnya permintaan tampil.


Adapun kesenian yang terkenal juga yaitu angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat yang terbuat dari potongan bambu. Alat musik ini terdiri dari 2 sampai 4 potong bambu yang dirangkai menjadi satu dengan tali rotan. Tabung bambu diukir detail dan dipotong sedemikian rupa untuk menghasilkan nada tertentu ketika bingkai bambu digoyangkan. Kata ‘angklung’ sendiri berasal dari bahasa Sunda ‘angkleung-angkleungan’ yaitu gerakan pemain angklung, serta dari suara ‘klung’ yang dihasilkan instrumen bambu ini.


Angklung sebenarnya merupakan pengembangan dari alat musik calung, yaitu tabung bambu yang dipukul. Sementara, angklung merupakan tabung bambu yang digoyang sehingga menghasilkan hanya satu nada untuk setiap instrumennya. Contoh kebudayaan semua itulah yang menjadi salah satu kebudayaan asli Indonesia yang dari dulu hingga sekarang masih dilestarikan dan dibudayakan oleh bangsa kita. Tidak ada salahnya untuk kita sebagai Bangsa Indonesia bangga karena negara kita memiliki banyak aneka ragam budaya yang menarik.

13 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.