Hakikat Pemimpin Formal dan Non Formal di Mata Tuhan

VPP SMP-SMA Notes: Edisi Agustus 2020

By M. Ariefianto

(Belajar kepemimpinan Nabi Ibrahim A.S dan Nabi Muhammad S.A.W)





Dua Nabi Istimewa dengan Peran Sejiwa

Dalam ajaran agama-agama langit, terkhusus ajaran agama Islam, diantara ratusan ribu nabi juga ribuan rasul terdapat 5 nabi yang dapat gelar istimewa yaitu ulum azmi. Gelar ini diberikan pada Nabi dan Rasul yang memiliki kesabaran juga ketabahan luar biasa ketika membimbing umatnya menuju jalan keselamatan hidup. Berbagai cobaan juga rintangan hidup saat mendakwahi umatnya menjadi hiasan sehari hari nabi dan rasul ulul azmi dimaksud. Adapun 5 nabi dan rasul yang dimaksud adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Berbagai ujian dari umat ke 5 nabi dan rasul ini sungguh luar biasa, sehingga ketabahan diri untuk tetap semangat juga antusias menyebarkan dakwah tuk mengajak umatnya kepada jalan kebenaran sangat patut diteladani.


Namun dari ke 5 nabi dan rasul bergelar ulul azmi dimaksud ada 2 nabi dan rasul yang mendapat posisi tertinggi setidaknya dari beberapa ayat Al Qur’an yang membahas keduanya. Kedua rasul ini mendapatkan predikat Khalilullah yaitu kekasih Allah, keduanya yaitu nabi Ibrahim dan nabi Muhammad. Banyak hal yang bisa dibahas dari kedua pribadi nabi ini yang penuh dengan teladan hidup. Dalam hal ini akan fokus dibahas kepemimpinan kedua nabi ini yang sesuai takdir Allah menggambarkan contoh kepemimpinan formal dan kepemimpinan non formal diantara masyarakat juga umat yang dibimbingnya. Nabi Ibrahim mewakili profil kepemimpinan non formal tanpa batas wilayah, struktur pemerintahan bahkan pengelolaan hasil pajak. Sementara nabi Muhammad mewakili profil kepemimpinan formal sebagai pemimpin negara berikut rakyat, struktur pemerintahan, pajak sampai hubungan bilateral antar negara.


Walau berbeda peran dalam kepemimpinan formal dan non formal, kedua nabi dalam hal ini nabi Ibrahim dan nabi Muhammad sama-sama mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah selain predikat kekasih Allah, juga nama keduanya diabadikan di dalam doa takhiyat akhir setiap shalat wajib maupun sunah. Selain itu juga kedua nabi itu dianggap sebagai awal dan akhir risalah kenabian disampaikan. Berikut kisah kedua nabi yang penuh dengan teladan hidup untuk kita umatnya.

Nabi Ibrahim sang Pencerah Risalah

Peran serta sosok nabi Ibrahim sangat sentral khususnya bagi pemeluk agama samawi atau agama dari langit dalam hal ini dimanifestasikan pada Yahudi, Nasrani dan Islam. Hal ini terutama karena berawal dari risalah nabi Ibrahim, ketiga agama langit itu mengakar sumbernya, sehingga tidak aneh apabila nabi Ibrahim juga mendapat julukan Abbul Anbiya atau Bapak para Nabi. Dari keturunan dari nabi Ibrahim semua nabi dan rasul berikutnya ada. Kisah pencarian tuhan yang dialami Ibrahim muda sangat dramatis juga sangat kritis. Hal ini didasari oleh intelektualitas serta kemurnian jiwa Ibrahim muda yang sudah terasah. Semenjak lahir bayi Ibrahim sudah mengalami berbagai hal (bayi laki-laki yang baru lahir dibunuh karena mimpi raja Namrud) sehingga sempat dilarikan ke tempat tersembunyi di wilayah kelahirannya. Interaksi yang terjalin dengan alam sekitarnya begitu lekat sehingga membentuk pribadi Ibrahim muda yang peka dengan keadaan sekitarnya. Hal ini yang memicu pikiran juga jiwa Ibrahim tuk mencari Tuhannya. Perjalanan spiritual Ibrahim muda terus berjalan melibatkan matahari, bulan, bintang sampai akhirnya Allah memberinya ilham juga petunjukNya.


Fase berikutnya saat mencoba memahamkan masyarakat dalam hal ini termasuk orangtua dan pemimpin formalnya saat itu yaitu raja Namrud juga penuh dengan dinamika dan tantangan hidup namun tetap dengan cara yang cerdas. Dimulai dengan menyadarkan ayahnya sendiri yang berprofesi sebagai pembuat “tuhan” dalam bentuk patung. Pertanyaan Ibrahim tentang mengapa ayahnya menyembah sesuatu (tuhan versi ayahnya) yang dibuatnya sendiri, padahal yang disembah ayahnya tidak ada daya upaya melainkan ada di tangan ayahnya sendiri yang membuat tuhan itu, meresahkan jiwa Azzar, ayahnya Ibrahim, hal ini terus berlangsung sampai puncaknya Ibrahim muda berdebat dengan raja Narud penguasa saat itu yang juga tidak kuasa menandingi argumentasi cerdas dari Ibrahim terkait tuhan yang dibuat juga disembah oleh mereka sendiri. Ulah Ibrahim muda yang menghancurkan semua patung sesembahan dengan hanya menyisakan satu patung paling besar dimana kapak digantungkan di patung terbesar itu, lalu berargumen bahwa jika mereka percaya bahwa patung terbesar itu hidup tentu mereka juga harus percaya bahwa patung itu yang merusak patung kecil lainnya karena tidak ingin disaingi oleh patung-patung kecil lainnya. Ujung kisahnya Ibrahim muda dibakar oleh raja Namrud namun api pun enggan tuk melukainya atas izin Allah SWT.


Puncak kematangan pribadi dan jiwa nabi Ibrahim diuji ketika harus memenuhi berbagai perintah Allah, dari mulai berkhitan di usia senja, berpisah dengan istri dan anak yang baru lahir (bayi Ismail dan ibunya Siti Hajar) di lembah sangat tandus di daerah Makkah saat ini, setelah bertemu kembali ketika anaknya tumbuh datang perintah tuk berkurban dengan menyembelih anaknya (diabadikan dalam ritual haji dan kurban), sampai kembali bersama masyarakatnya yang pasang surut kadar keimanannya, semua dijalani dengan penuh kesabaran dan ketawakalan pada Allah. Figur pemimpin non formal yang penuh kepedulian dari nabi Ibrahim.


Nabi Muhammad sang Penyempurna Risalah

Jika sosok nabi Ibrahim dianggap sebagai pelopor risalah para nabi, maka penyempurna dan penutupnya adalah nabi Muhammad SAW. Peran juga sosok nabi Muhammad SAW sangat sentral bagi pemeluk agama Islam khususnya, namun perlu mengesampingkan ego diri dan pribadi tuk pemeluk agama Yahudi dan Nasrani mau mengakuinya. Hal ini berawal dari garis keturunan kaum Bani Israil (mayoritas memeluk agama Yahudi) yang berujung pada nabi Isa AS (diklaim sebagai Tuhan Anak oleh pemeluk Kristen saat ini). Jika ditarik keturunannya akan sampai ke nabi Ishak, sementara nabi Muhammad SAW keturunannya akan sampai kepada nabi Ismail AS. Kedua nabi ini baik Ishak maupun Ismail sama-sama putra nabi Ibrahim AS, namun karena ego dari kaum bani Israil khususnya kaum Yahudi tidak rela jika penutup para nabi bukan dari garis keturunannya. Hal ini yang memicu perselisihan panjang yang tak berakhir antara pemeluk agama Yahudi, Nasrani dan Islam sampai saat ini.


Perjalanan hidup nabi Muhammad SAW sejak sebelum lahir, masa kecil, remaja sampai dewasa dan menerima risalah kenabian penuh dengan dinamika sebagai persiapan mental juga spiritual yang Allah siapkan. Sebelum lahir beliau ditandai dengan rencana raja Abrahah dari Yaman yang ingin memindahkan pusat peribadatan dari Makkah ke Yaman. Tentara bergajah yang gagah perwira siap tuk menghancurkan ka’bah rumah Allah. Namun Allah berkehendak bahwa tentara raja Abrahah harus hancur lebur oleh bantuan serombongan burung ababil yang membawa batu panas, menjelang kelahirannya dikenal sebagai tahun Gajah. Saat kelahiran beliau ke dunia dari Rahim wanita mulia bernama Aminah atas izin Allah api abadi yang disembah oleh para majusi di Persia tiba-tiba padam, tembok kerajaan Romawi mengalami retak-retak akibat gempa yang terjadi, seolah menyiratkan bahwa bayi Muhammad yang baru lahir ini kelak akan menghancurkan kedua peradaban besar yang sudah eksis ribuan tahun saat itu. Walau bayi Muhammad sudah kehilangan sosok ayahnya bernama Abdullah karena wafat saat berdagang di Yatsrib namun tidak kehilangan kasih sayang dari ibu dan kakeknya yaitu Abdul Mutthalib. Ketika Muhammad mulai tumbuh maka sebagai persiapan mental baja, Allah takdirkan satu persatu orang yang dikasihi juga melindungi Muhammad wafat, dimulai dari ibunya, kakeknya, sampai pamannya juga kelak istrinya yang juga sangat melindungi beliau yaitu Khadijah.


Selanjutnya peran dan kepemimpinan formal nabi Muhammad dimulai saat masih muda dengan julukan Al Amin atau yang bisa dipercaya. Kisah kisruhnya para kabilah di Makkah saat renovasi Ka’bah serta hendak menempatkan kembali batu Hajar Aswad di tempatnya kembali hampir memecah belah masyarakat sampai ide dari Muhammad muda saat itu menyelamatkan persatuan dan kesatuan kabilah yang ada. Hal itu kembali muncul ketika Muhammad menerima risalah kenabian di usia 40 tahun. Perintah tuk berdakwah pada umatnya kembali memicu kegaduhan dari para kabilah yang ada, mereka sangat percaya pada pribadi Muhammad yang dianggap tidak mungkin berdusta, namun ego para pemimpin kabilah itu menghalangi mereka ikut pada risalah kenabian yang nabi Muhammad bawa. Nabi Muhammad sampai harus hijrah atau pindah wilayah ke Yatsrib atau kota Madinah tuk mulai membangun masyarakat melalui risalah kenabian yang diembannya.


Kota Madinah menjadi bukti kepemimpinan formal nabi Muhammad SAW. Dengan beribukota Madinah, maka Daulah atau negara Islam dideklarasikan. Struktur pemerintahan yang dibuat saat itu dengan diawali dengan hubungan diplomatik berupa pengiriman surat diplomatik ke beberapa negara yang sudah eksis saat itu menjadi awalnya. Pembayaran pajak bagi warga non muslim yang tinggal di wilayah Madinah saat itu menjadi awal pembentukan Baitul Mal atau Kas Negara yang sepenuhnya diperuntukkan bagi kesejahteraan umat/masyarakat. Sosok nabi Muhammad sebagai pemimpin negara sekaligus jendral angkatan bersenjata juga pemimpin spiritual masyarakat sangat sentral. Hal ini seolah memberi contoh kepada kita semua bahwa selayaknya pemimpin formal dimanapun harus bisa satu paket dengan pemimpin spiritual masyarakat. Hal ini penting karena sejatinya semua yang dilakukan masyarakat/umat harus untuk kepentingan akhiratnya tidak hanya sebatas dunia saja.


Sepintas Simpulan

Dengan perbedaan posisi kepemimpinan diantara kedua nabi istimewa dimaksud, tidak membedakan apresiasi dari Allah tuk keduanya. Nabi Ibrahim dan nabi Muhammad sama-sama dijadikan kekasih Allah berikut keistimewaan lainnya yang sepadan. Hal ini memberikan hikmah kepada kita semua bahwa untuk melakukan sesuatu kebaikan pada umat atau masyarakat tidak bergantung pada posisi kepemimpinan kita di masyarakat, baik itu ketua RT juga RW yang non formal ataupun Pimpinan Wilayah dari Kelurahan, Kecamatan, Provinsi sampai Presiden sekalipun yang formal tetap akan diberikan apresiasi kebaikan yang sama oleh Allah SWT selama memang fokus memberikan berbagai kebaikan berikut kepeduliaan pada masyarakat. Semua kembali kepada niat mulia yang bersarang jauh di lubuk hati diri kita.

14 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Budayaku Indonesia

Oleh Navin - X Modest Indonesia adalah negara yang memiliki aneka ragam kebudayaan, yaitu kebudayaan etnik dan kebudayaan asing. Setiap suku bangsa memiliki banyak kebudayaan yang sangat unik, bahkan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.