Indonesia Berbudaya, Indonesia Berharga

Oleh Feiza Sahla Rizkia Alwi - XI Galant


Indonesia merupakan negara kepulauan yang sudah dikenal manca negara dengan keragaman budaya dan sumber dayanya. Negara dengan kelimpahan sumber daya alam penopang kehidupan di bumi ini merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Tak perlu lagi dibuktikan, Indonesia yang dulunya dijuluki Nusantara ini memang negara yang indah nan asri. Kemegahan pepohonan hijau yang bahkan hasil udaranya dapat dinikmati oleh seluruh manusia di bumi ini menjadikan Indonesia dijuluki sebagai surga dunia. Banyaknya pendatang luar atau biasa dikenal dengan turis yang dengan senang hati mengunjungi Indonesia untuk mempelajari budaya sekaligus menikmati keindahan panorama alam Indonesia pun menjadi salah satu bukti nyata bahwa Indonesia merupakan negara yang patut diacungi jempol. Selain kemegahan alamnya, keberagaman suku dan budaya pun menjadi sebuah hal yang menonjol. Banyak sekali budaya-budaya unik dari beragam suku yang mengundang sorot mata dunia. Sebagai contoh, masih banyak sekali suku pedalaman yang tetap melestarikan tradisi dan budaya nenek moyang terdahulu sehingga mereka menolak untuk menerima budaya luar. Meski masih menjadi perdebatan, namun hal ini menjadi salah satu cara agar budaya asli Indonesia tetap bertahan, tidak pudar, serta tidak tergabung dengan budaya luar. Hal ini pun menjadi tanda bahwa Tuhan memberikan keistimewaan tersendiri bagi para penduduk Indonesia. Maka tak ada alasan apapun bagi kita sebagai warga negara Indonesia untuk tidak bersyukur.


Namun, sejak masuknya banyak sekali produk-produk luar negeri ke Indonesia, perlahan budaya Indonesia mulai tersingkir. Masyarakat Indonesia sudah sudah mulai “terbuai” dengan budaya serta produk-produk luar negeri. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah ketika masyarakat Indonesia lebih “tertarik” dengan budaya luar sampai-sampai melupakan budayanya sendiri, biasa dikenal dengan sebutan westernisasi. Padahal, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, tak ada alasan apapun bagi para penduduk Indonesia untuk tidak bersyukur karena faktanya banyak sekali budaya dan tradisi Indonesia yang justru digemari masyarakat luar. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih menggunakan produk-produk luar negeri dibanding menggunakan produk lokal. Hal ini lambat laun menurunkan kuantitas penjualan brand lokal sehingga westernisasi lebih cepat berkembang. Tak sampai di situ, gaya hidup masyarakat Indonesia pun lambat laun berubah menjadi gaya hidup yang kebarat-baratan. Sebagai contoh, bepergian ke bar atau club malam merupakan kebiasaan masyarakat luar negeri, juga merupakan kebiasaan yang bisa dibilang lebih condong ke arah negatif. Apakah hal ini jarang ditemukan di Indonesia? Bahkan hal ini sudah lazim dijumpai di beberapa tempat. Keadaan Indonesia sekarang bisa dibilang sangat memprihatinkan, bukan lagi karena negaranya yang dijajah, melainkan pola hidup serta pikiran para penduduknya.


Westernisasi, seperti yang telah dibahas di paragraf sebelumnya, sangat berpengaruh terhadap sifat serta pola pikir masyarakat Indonesia. Kebudayaan Indonesia yang mungkin bisa dibilang “tradisional” membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak menghargai budayanya sendiri karena merasa budaya luar lebih “modern.” Dampaknya, beberapa daerah yang masih sangat tradisional seringkali dibeda-bedakan, dianggap tidak modern serta tidak maju. Tidak sedikit orang yang memandang suku lain dengan sebelah mata, hal ini akhirnya memunculkan diskriminasi ras pada sebagian masyarakat Timur. Padahal dibalik ketradisionalannya, terkubur banyak sekali budaya unik serta tradisi yang mungkin tidak akan dijumpai di belahan dunia manapun. Berawal dari hanya sekedar “iseng” untuk menerapkan gaya hidup luar, berakhir melupakan budaya serta tradisi negara Indonesia itu sendiri. Hal inilah yang menyebabkan budaya Indonesia tersingkir sehingga negara Indonesia secara tidak langsung “dijajah” oleh negara luar.


Oleh karena itu, kita, sebagai warga negara Indonesia harus lebih menerapkan sikap nasionalis didalam diri kita. Kembali ke awal bahwa Tuhan memberikan kelebihan kepada negeri kita sehingga titipan Tuhan merupakan kewajiban yang harus kita jaga. Sikap nasionalisme sangat dibutuhkan supaya Indonesia dapat memperkokoh tembok pertahanan dari budaya luar yang dapat merusak budaya asli Indonesia. Pemberian Tuhan untuk Indonesia bukan semata-mata hanya untuk dirusak dan digantikan oleh yang lain, namun untuk dijaga dan dilestarikan. Sekali lagi, penggunaan produk dan brand luar tidak disalahkan selama kita tetap menggunakan dan menjunjung tinggi produk serta brand lokal Indonesia. Sikap nasionalis juga dapat dimunculkan dengan tetap mempertahankan tradisi dan budaya Indonesia serta menghargai sesama suku bangsa guna menghindari diskriminasi suku bangsa yang dapat berujung perpercahan. Terakhir, tingkatkan rasa syukur sebagai warga negara Indonesia. Kita mungkin beranggapan bahwa negara luar lebih maju, lebih modern, atau lebih tinggi. Namun dengan bersyukur, kita bisa melihat bahwa sesungguhnya keberagaman dan kekhasan alam serta budaya yang ada di negara Indonesia tidak ternilai dan tidak dapat digantikan oleh apapun, agar kita selalu ingat bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat berharga yang dititipkan Tuhan kepada warga negaranya untuk dijaga.

15 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.