Indonesia Merdeka Belajar!

Faza Firdaus Nuzulan

XII Chivalry - SMA Mutiara Bunda

Sejak tahun 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya melalui pembacaan teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi oleh Mochammad Hatta. Sejak pembacaan proklamasi tersebutlah, semua bangsa di dunia ini mengetahui keberadaan sebuah negara yang bernama Indonesia, walaupun pada saat itu juga belum semua negara mengakui keberadaan dan berdirinya sebuah negara yang bernama Indonesia, terutama Sekutu, yaitu Belanda, Inggris, dan beberapa negara lainnya. Sekutu menganggap dan mengklaim bahwa tanah Indonesia merupakan hasil rampasan perang yang didapatkan dari Perang Dunia Kedua di Pasifik, yang mana akhirnya Kekaisaran Jepang menyerah tanpa syarat dan dimenangkan oleh Sekutu. Alhasil, Belanda meminta bantuang Inggris untuk mengambil alih Indonesia dengan melancarkan beberapa serangan dan agresi militer, yang tentu dimulai dengan pemberian ultimatum di beberapa daerah penting Indonesia. Oleh karena itu, Bangsa Indonesia bersemangat untuk mempertahankan dan mengusir para penjajah dari teritorial yang sudah mereka perjuangkan kemerdekaannya dari beberapa puluh tahun sebelumnya.


Sebelum Indonesia dapat menyatakan kemerdekaannya, bangsa Indonesia banyak yang diperbudak, diperjualbelikan, dipekerjakan secara paksa dengan upah gaji yang sangat kecil, bahkan ada yang tidak diberi upah sekalipun. Sekolah-sekolah yang dibangun oleh para bangsa penjajah pun dibuat dengan seadanya, dengan kurikulum yang tidak jelas, dan bahkan bertujuan untuk memperbodoh masyarakat pribumi agar mereka lebih mudah menjajah kita, karena dengan memperbodoh bangsa pribumi akan meminimalisasi bahkan menghilangkan keinginan dan semangat untuk mengusir bahkan melawan para penjajah. sekolah-sekolah, pesantren-pesantren, dan banyak akademi-akademi yang dahulunya didirikan oleh kerajaan-kerajaan lokal yang menguasai perairan serta daratan nusantara, dihancurkan dan dirusak bangunan-bangunannya, banyak pula buku-buku dan kitab-kitab agama yang dihancurkan dan dimusnahkan, diculik guru-guru serta kyai-kyai dan ahli-ahli agama yang terkenal dan terkemuka di daerahnya, dan mereka juga tidak jarang membunuh pemuda-pemuda, santri-santri, dan banyak tokoh-tokoh yang terpelajar lainnya yang sangat vital serta penting peranannya dalam pergerakan-pergerakan perlawanan terhadap para penjajah.


Dengan banyaknya kaun-kaum terpelajar dan ahli-ahli agama yang didoktrin, dicuci otak, bahkan dibunuh, bangsa pribumi kehilangan arah serta motor atau pendorong pergerakan perlawanan para penjajah, karena seperti yang kita ketahui, sebelum tahun 1908 bangsa pribumi masih melakukan perlawanan menggunakan cara yang klasik alias menggunakan cara-cara yang sederhana, seperti melakukan pemberontakan, perlawanan, pengambil alihan benteng-benteng dan garis parameter pertahanan penjajah, dan tentunya menggunakan senjata yang sangat sederhana, yaitu sebatang bambu runcing. Tentu, bambu runcing merupakan senjata yang cukup efektif jika pertarungannya berjarak sangat dekat, tetapi setelah penemuan senjata api seperti senapan dan artileri di barat sana, membuat bambu runcing kurang bermanfaat karena para penjajah tinggal menembaki mereka satu persatu dari jauh saat mereka sedang berlari kearah mereka. Lalu, sebelum tahun 1908 pula, pergerakan perlawanan sangat dipengaruhi dan didorong oleh para figur lokal yang mempunyai influence yang sangat tinggi, baik di bidang kekuasaan politik, pemimpin pasukan, dan ahli agama sekalipun. karena sangat ketergantungan dengan seorang pemimpin dan saat pemimpin-pemimpin tersebut diculik atau dibunuh, mereka kebingungan, dan selalu mengalami kekalahan karena sangat bergantung kepada sang pemimpin.


Tentu peran pendidikan sangatlah berpengaruh dan penting dalam segala hal, terutama dalam melawan serta mengusir para penjajah dari tanah air yang sangat kita cintai dan menyatakan kemerdekaan Indonesia. Setelah tahun 1908, banyak pemuda-pemuda terpelajar hasil dari bersekolah diluar nusantara, dan banyak pula yang belajar sendiri secara sembunyi-sembunyi, karena pada zaman itu para penjajah selalu menghadang bangsa pribumi untuk belajar. Dari tahun 1908 hingga kurang lebih tahun 1945, para kaum pribumi, terutama kaum pemuda, melakukan perlawanan terhadap para penjajah dengan menggunakan organisasi-organisasi buatan penjajah dan organisasi-organisasi hasil kerjasama atau kolaborasi antara organisasi atau partai lokal. Dengan melakukan perlawanan menggunakan cara ini, bangsa Indonesia yang memiliki wewenang, akses terhadap dokumen penting, bahkan persenjataan penjajah, banyak yang menggunakan kesempatan ini untuk selalu mementingkan kepentingan bangsa Indonesia. Tentu, phak-pihak penjajah pun sadar akan hal ini dan melakukan tindakan yang berujung dengan penutupan serta pembubaran organisai-organi sasi yang selalu dimanfaatkan dengan baik oleh bangsa pribumi.


Seperti yang kita ketahui, jauh sebelum Indonesia merdeka di tahun 1945, pendidikan yang layak dan mumpuni sangatlah sulit untuk didapatkan, bahkan sekolah-sekolah yang layak hanya diperuntukkan untuk bangsa penjajah yang menetap, atau putra-putri dari kerajaan lokal. Sangat sulit mendapatkan pendidikan yang bagus bagi bangsa pribumi lokal yang orangtuanya hanyalah seorang petani atau pekerjaan-pekerjaan lainnya yang kurang dihargai dan tidak memiliki influence yang tinggi. Oleh karena itu, kita sebagai pelajar-pelajar yang sudah merdeka, tidak ada llagi gangguan yang sangat amat mengganggu aktivias pembelajaran kita, kita harus selalu bersemangat untuk menuntut ilmu, karena terbukti bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat mempengaruhi seseorang, suatu kelompok, suatu daerah, suatu negara, bahkan seluruh dunia. Tentu, pembelajaran jarak jauh via daring yang berbasis internet selalu menghambat kita semua untuk belajar sejara efektif di masa pandemik ini, namun jadikanlah pembelajaran jarak jauh ini sebagai tantangan, para nenek moyang kita yang ingin belajar pada saat Indonesia merdeka sangat kesulitan dan sumbernya pun sangat terbatas, belum lagi para penjajah selalu memburu dan melarang mereka untuk belajar. Karena seseorang pernah berkata kepada saya bahwa, tidak ada pelaut hebat yang lahir di perairan yang tenang, pasti penuh dengan berbagai macam tantangan dan rintangan yang menghadang. Ayo semua kaum pelajar di Indonesia! Semangatlah! Dengan kita belajar dengan rajin dan giat, kita sudah berkontribusi kepada negara agar negara kita semakin maju, dan bahkan bisa menyaingi negara-negara lain yang sudah beberapa langkah didepan kita! Saya yakin, Indonesia bisa menjadi negara yang paling berpengaruh dan bisa menjadi negara superpower selanjutnya di muka bumi ini! Indonesia Merdeka Belajar!

6 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.