Kabar Gembira Untuk Indonesia

Oleh Aulia Putri Cahyani - X Modest

Tahun ini, tepat pada tanggal 17 Agustus, Indonesia merayakan 75 tahun kemerdekaannya. 75 bukan usia yang muda, ia bagaikan seorang paruh baya yang tak bisa apa-apa. Ia sedang menunggu akhir hidupnya. Seperti tanggal kelahiran yang selalu dirayakan, tanggal kelahiran juga waktu yang tepat. Ya, waktu yang tepat untuk merenungkan sudah melakukan apa saja? Sudah mengabdikan apa saja? Sudah bermanfaat atas banyak orang? Atau selama 75 tahun itu hanya jalan di tempat tak kemana mana dan tak memberikan apa-apa? Maka tahun ini, saatnya kita sebagai jiwa dan raga Indonesia bercermin dan merenungi sudah sejauh apa kita melangkah? Sudahkah keadilan ditegakkan? Sudahkah setiap hak dan kewajiban warganya ditunaikan? Atau selama 75 tahun ini kita membiarkan korupsi menjadi kebiasaan? Atau selama 75 tahun ini kita membiarkan penjahat berkeliaran?

Setiap yang ada pasti pernah dilahirkan. Begitu juga aku, kamu, kita semua dan Indonesia. Bukan semata-mata lahir tanpa daya, tapi setiap diri kita lahir dari tetesan keringat, darah bahkan air mata. Kita lahir dari tiap tetes keringat dan air mata, serta suara panjatan doa agar kita selamat dan sempurna lahir ke dunia. Indonesia lahir dari tetesan keringat, darah, serta air mata para pejuang. Para pahlawan yang rela berkorban. Sebagai jiwa yang mengaku Indonesia, sudah seharusnya kita tidak membiarkan segala bentuk perjuangan itu sia-sia.

Setiap kali tahun beredar dan tanggal lahir tepat terulang, apa yang kita harapkan? Bukankah kita berharap hari ini ada kejutan? Bukankah kita berharap ketika bangun pagi ada ucapan selamat? Bukankah kita berharap semoga hari ini semesta berbaik hati membuat kita bahagia sepanjang hari? Pernahkah kita berpikir, bahwa setiap kali Indonesia menapaki tanggal lahirnya, negeri ini juga mengharapkan hal yang sama? Indonesia mengharapkan kejutan. Indonesia juga mengharapkan berita bahagia. Tapi yang menjadi masalah, mampukah berita baik kita persembahkan untuk Indonesia? Untuk negeri kita tercinta? Apakah Indonesia sudah cukup bahagia setiap tahunnya? Setiap usianya bertambah senja?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahagia merupakan keadaan atau perasaan senang dan tenteram dan bebas dari segala hal yang menyusahkan. Dari pengertian tersebut, menurutmu sudahkah Indonesia berbahagia? Sudahkah Indonesia senang dan tenteram? Sudahkah Indonesia bebas dari segala hal yang menyusahkan?

Nyatanya, Indonesia masih jauh dari bahagia. Tapi berjanjilah, pada dirimu sendiri. Pada merahnya keberanian negara kita. Pada sucinya negara kita. Berjanjilah, kita akan mempersembahkan kabar bahagia untuk Indonesia. Tidak harus kita persembahkan tahun depan, kita persembahkan detik ini juga. Detik di mana semesta masih mengizinkan kita untuk merenungi arti bahagia.

Jangan mengaku Indonesia. Tapi akui bahwa Indonesia adalah kita. Tahun depan, tepat ketika negeri kita menginjak usia 76, pastikan negeri kita sedang dalam keadaan bahagia. Ia sedang menikmati kejutan-kejutan tak terlupakan. Pastikan ia sedang tersenyum senang. Pastikan ia terbebas dari hal hal menyusahkan. Pastikan ia sedang bersorak sorai merayakan bahagia dan kemerdekaan. Merayakan kemerdekaan yang bahagia.

81 tampilan

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.