Normal Baru di Mutiara Bunda

1001 Cerita di Mutiara Bunda

By Ratna Sari Dewi (Guru B.Inggris SMA mutiara Bunda)



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tahun ajaran 2020 - 2021 memang berbeda dari tahun - tahun sebelumnya. Sejak Januari 2020, seluruh dunia mengalami krisis global, yaitu menyebarnya virus yang berbahaya, virus corona. Di seluruh belahan dunia dan di seluruh lini kehidupan, terkena dampak akan krisis ini, tidak terkecuali dunia pendidikan di Indonesia. Sekitar Maret 2020, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan - kebijakan terkait social - distancing, physical distancing, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).


Dengan pemberlakuan PJJ, seluruh lembaga pendidikan bahu - membahu meluncurkan ide, gagasan dan metode agar pembelajaran tetap berjalan, dan seluruh amanah, termasuk kompetensi dan indikator tersampaikan pada siswa. Saya adalah seorang guru baru di SMA Mutiara Bunda Bandung. Terhitung Juli 2020 ini, saya officially mengajar Bahasa asing (Bahasa Inggris) di sekolah ini. Segala rasa campur aduk pada saat itu, senang, sedih, terharu.

Saat mengetahui bahwa saya officially menjadi keluarga besar Mutiara Bunda, saya merasa senang sekali. Karena saya tahu, sekolah ini mempunyai reputasi yang baik, baik lembaga, guru maupun siswanya yang berprestasi. Namun di waktu yang sama, saya sedih, karen saya belum bisa bertemu dengan para siswa, yang masih dalam Pembelajaran Jarak Jauh. Saya harus cukup puas dengan hanya melihat wajah - wajah ceria mereka dalam layar kaca yang berukuran 10 - 14 inchi.


Terkadang saya bertanya dalam hati, kapankah krisis ini akan berakhir? Baik guru maupun siswa sudah mulai jenuh dengan keadaan ini. Bagaimana tidak? Guru dan siswa tidak dapat bertatap muka dalam pembelajaran. Terlebih lagi, siswa kehilangan golden time mereka bersama teman - temannya. Dalam situasi saya, karena krisis ini, saya tidak dapat bertemu langsung dengan para guru senior disini, tidak dapat bertemu langsung dengan para siswa, dan tidak dapat melihat wajah - wajah baru yang baru di level TK, SD, maupun SMP.


Meski begitu, semangat mengajar tidak boleh luntur. Akhirnya, pertemuan virtualpun dilakukan. Saya akhirnya dapat berkenalan dengan para siswa dan para guru SMA Mutiara Bunda. Rasa deg - degan, galau ketika pertemuan itu terjadi. Namun, kegelisahan itu luntur, syukur alhamdulillah, ketika saya tahu, siswa dan para guru SMA Mutiara Bunda seru - seru. Mereka welcome dan sangat menghargai keberadaan guru baru di dalam keluarga besar mereka.


Hal yang sangat berkesan dan sangat saya hargai selama keberadaan saya di sekolah ini adalah ketika para guru mendapatkan penghargaan oleh yayasan dengan “Appreciation Day”. Dan seketika mendapatkan informasi ini, saya sampai terharu, speechless, karena saya belum pernah mendapatkan hal seperti ini di sekolah tempat saya mengajar sebelumnya. Dengan mengucap syukur, saya berdoa, semoga semua pihak diberi keberkahan dalam hidup karena telah memberi kebahagiaan yang sangat berarti bagi para guru.


Selain hal tersebut di atas, hal lain yang membuat saya terkesan adalah, ternyata siswa - siswa memiliki kemampuan yang beragam. Ada yang memiliki kemampuan akademis mandiri, dan ada yang memiliki kemampuan akademis dengan bimbingan. Namun, keberagaman ini malah mempererat tali persaudaraan diantara mereka. Rasa saling menghargai, menghormati, dan tenggang rasa terasa sangat kental diantara mereka. Tentunya, hal ini tidak luput dari peran serta para guru dan orang tua. Mereka bahu - membahu agar semua siswa mendapatkan haknya dalam mendapatkan ilmu dan pengetahuan sehingga mereka dapat meraih cita - cita di masa depan.


Sebagaimana tertulis dalam 6 profil Mutiara Bunda, yaitu effective communicator, healthy individual, create thinker, productive contributor, succesful learner, dan responsible citizen, para siswa dibimbing agar dapat menjadi insan yang diridhoi, diberkahi Allah SWT dan menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan agama.


Sejenak, saya membaca kembali visi dan misi sekolah Mutiara Bunda. Visinya adalah to be a welcoming school which actively contribute for better Indonesia which facilitates individual to become a life-long learner with integrity to engaged in global society with Islamic values. Betapa Mutiara Bunda memiliki concern lebih terhadap nilai - nilai islam yang dapat diintegrasi dalam kehidupan para siswa terutama di lingkungan sekolah. Hal ini membuat saya merasa, sekolah ini seperti homey school yang memberikan kehangatan bagi siswanya seperti halnya di rumah. Selain tentunya, bentuk dan lokasi sekolah yang berada cukup jauh dari kebisingan kota, teduh, dan sejuk.


Itu sekelumit kesan saya terhadap sekolah Mutiara Bunda. Meski belum cukup lama saya bergabung, namun kenyamanan dan ketenangan dalam mengajar sudah saya rasakan dari awal saya bergabung. Segala keramahan kepala sekolah, guru dan staff membuat saya merasa this is my next second home.


Tidak banyak yang dapat saya sampaikan, akhir kata, dalam sepenggal pengalaman saya ini, ijinkan saya berharap dan berdoa, semoga Allah senantiasa memberkahi sekolah Mutiara Bunda, semua para guru, staff dan karyawannya, para siswa dan orang tuanya, dan senantiasa memberikan kesehatan terutama di masa pandemi ini, memberikan kita semua kesempatan untuk terus berikhtiar dalam mencerdaskan anak bangsa sampai mereka mendapatkan cita - citanya.


Wabillaahitaufik walhidayah

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.


Sumber :

1. Kompas.com (pemberlakuan PSBB), Maret 2020

2. Website Sekolah Mutiara Bunda

1 tampilan0 komentar

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.