Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.

Pembelajaran Berbasis Lingkungan dan Masyarakat

Diperbarui: 13 Nov 2019

Proyek Peta Sosial Kelurahan di wilayah Kecamatan Arcamanik

By : Moh. A. Iskandar





Salah satu kegiatan pembelajaran sosiologi, khususnya bidang peminatan IPS menggunakan metode pembelajaran berbasis lingkungan dan masyarakat. Secara singkat pembelajaran berbasis lingkungan dan masyarakat dapat diartikan sebagai salah satu model pembelajaran dengan metode pendekatan lingkungan dan masyarakat sebagai sasaran, sumber dan sarana belajar. Pada metode pembelajaran ini, siswa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran dengan melakukan observasi langsung di lapangan tentang suatu permasalahan yang terjadi di lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan demikian siswa diharapkan bisa mengenal dan menganalisis permasalahan yang ada di lingkungan dan masyarakat setempat sehingga mampu mencari solusi dan beradaptasi dengan permasalahan tersebut.




Pada kesempatan ini, kegiatan pembelajaran memfokuskan pada proyek pembuatan peta sosial. Peta sosial merupakan peta yang menitikberatkan pada tempat-tempat sosial seperti kantor pelayanan publik, sarana dan prasarana umum, tempat-tempat kegiatan ekonomi, tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya. Metode pembelajaran yang mengintegrasikan tiga pelajaran utama ini, dipelajari materi-materi sebagai berikut:

  1. Sosiologi, tentang permasalahan sosial dan dampaknya.

  2. Geografi, tentang dinamika penduduk Indonesia.

  3. Ekonomi, tentang tenaga kerja dan pembangunan ekonomi.




Peta sosial yang dibuat dikhususkan untuk wilayah kelurahan khusunya yang berada di sekitar Kecamatan Arcamanik. Ada empat kelurahan yang menjadi sasaran pembelajaran yaitu Kelurahan Sukamiskin, Kelurahan Cisaranten Kulon dan Kelurahan Bina Harapan serta satu kelurahan yang berada di luar Kecamatan Arcamanik yaitu Kelurahan Sindang Jaya. Siswa dibagi ke dalam empat kelompok sesuai dengan jumlah kelurahan tersebut.



Pada awal pembelajaran, siswa mendapatkan teori dan konsep tentang materi-materi yang telah disebutkan di atas. Selanjutnya mereka diberikan pula teori tentang pembuatan peta dengan menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan seperti tripleks dan bubur kertas. Setelah seluruh persiapan selesai, siswa melakukan observasi langsung ke kelurahan-kelurahan yang telah ditentukan sesuai dengan kelompok yang telah dibuat sebelumnya. Mereka mencari data dan informasi dengan meminta langsung data tersebut dari kantor kelurahan. Hal-hal yang belum mereka pahami atau informasi yang belum jelas mereka tanyakan langsung melalui wawancara dengan pejabat kelurahan setempat. Kegiatan ini menghabiskan waktu selama dua hari.




Setelah seluruh data terkumpul, siswa mengolah dan menganalisis data yang telah diperoleh dan kemudian menyajikannya dalam bentuk peta sosial. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih tiga minggu. Selama masa proses pengerjaan peta, siswa juga terus diberikan informasi-informasi penting guna melengkapi analisis yang mereka buat dengan panduan dari tiga guru bidang studi yaitu sosiologi, geografi, dan ekonomi di jam pelajaran masing-masing.




Tiga minggu berlalu, akhirnya peta sosial pun selesai dikerjakan. Selanjutnya siswa mempresentasikan peta tersebut kepada guru bidang studi untuk diuji dan diberikan nilai serta evaluasi. Hasil presentasi mereka cukup memuaskan. Hal ini nampak pada antusiasme mereka ketika melakukan presentasi. Mereka cukup paham dengan materi yang sedang dipelajari. Terbukti mereka bisa membuat analisis yang tepat ketika menunjukkan hubungan antara teori dan konsep yang telah mereka pelajari di kelas dengan kenyataan permasalahan sosial yang terjadi di lapangan.




53 tampilan