RESUME TOKTOKTALK “KELUARGA TETAP SEHAT DI MASA PANDEMI”

JUMAT, 16 OKTOBER 2020

Pembicara: Indah Amelia, dr. MKM.

Moderator: Novita Ekawati, S.Psi.

Masa Pandemi Covid-19 masih terus berlanjut baik di negara kita maupun di negara yang lain. Namun sepertinya aktivitas yang biasa dilakukan, seperti bekerja, beribadah, atau kegiatan lain yang membuat kita harus keluar rumah juga tak bisa dihindari. Angka suspect covid-19 masih terus bertambah, walau diikuti juga dengan peningkatan angka kesembuhan. Alhamdulillah.


Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur. Jika sedangkan memperoleh keburukan, ia bersabar, kedua-duanya baik baginya, itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin.” (HR. Ibnu Hibban).


Setiap kejadian, pasti ada hikmahnya. Begitu pun dengan ujian pandemi covid-19 ini, di balik semua kondisi yang kita alami saat ini, yaitu banyak terjadi perubahan dimana-mana dan hampir di seluruh bidang kehidupan, ternyata ada hikmah yang bisa kita rasakan juga, di antaranya adalah kuantitas dan kualitas waktu berkumpul dengan keluarga di rumah lebih meningkat, munculnya kepedulian terhadap masalah kesehatan dan pola hidup sehat, serta membuat kita kembali kepada kebutuhan hidup yang mendasar.


Pada parenting toktoktalk kali ini bunda Indah menjelaskan tentang konsep The Mandala of health, yaitu komponen-komponen apa saja yang dapat mempengaruhi sistem kesehatan manusia, yaitu:

  1. Body

  2. Mind

  3. Soul

Seorang dikatakan sehat jika ketiga komponen tersebut juga dalam kondisi sehat. Lingkungan keluarga menjadi faktor yang paling mempengaruhi kesehatan seseorang sebagai lingkungan terdekat, selain lingkungan sosial lainnya. Sebagaimana keluarga sebagai pilar pembangunan negara, maka peran keluarga dalam menjaga kesehatan menjadi sangat penting.


Keluarga sebagai unit satuan terkecil dalam masyarakat, maka jika ingin melakukan sebuah perubahan dalam masyarakat, dimulai dari keluarga. Masyarakat yang sehat dimulai dari membentuk perilaku sehat dalam keluarga.


Dalam menjaga kesehatan diperlukan perilaku hidup yang sehat dan bersih. Kalau mau sehat harus bersih, kalau bersih insya Allah juga sehat, sehingga bersih dan sehat saling berkaitan. Bersih menjadi syarat, tidak otomatis sehingga untuk bersih perlu adanya usaha-usaha yang dilakukan. Sehat sendiri adalah hasil dari apa yang kita upayakan, namun kondisinya sendiri akan sangat dinamis, tergantung situasi dan kondisi yang ada. Hidup bersih dan sehat harus diupayakan sebagai gaya hidup dan semuanya diawali dalam keluarga. Kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua akan diikuti oleh anak.


Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberdayakan anggota keluarga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat untuk kehidupan yang lebih berkualitas. Tujuan PHBS adalah untuk mencapai rumah tangga yang sehat, setiap anggota keluarga menjadi sehat, tidak mudah sakit, anak tumbuh sehat dan cerdas serta anggota keluarga giat bekerja. Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS.


PHBS sendiri berlaku untuk semua kondisi, terutama pada masa pandemi saat ini. Kita diingatkan kembali untuk SADAR, MAU, dan MAMPU melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, mulai dari diri sendiri yang kemudian menular kepada anggota keluarga yang lain dan lebih luas lagi adalah masyarakat.


Sebagai umat muslim, menjaga kebersihan sudah menjadi sebuah kebiasaan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi).


Penerapan PHBS harus dilakukan secara terus-menerus sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Perlu keterlibatan seluruh anggota keluarga agar terciptanya suasana yang mendukung atas perilaku tersebut, tentunya dimulai dari orang tua sebagai teladan. Contoh: anak disuruh mencuci tangan, berarti sarana dan prasarana untuk cuci tangan sendiri harus disediakan oleh orang tua di rumah. Anak diminta untuk mengkonsumsi makanan sehat, maka orang tua berarti harus menyediakan makanan sehat di rumah.


Jenis-jenis perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari, yaitu:

  1. Mandi, 2 kali sehari

  2. Mencuci rambut, minimal 2 kali seminggu

  3. Membersihkan hidung

  4. Membersihkan telinga

  5. Menggosok gigi, 2 kali sehari

  6. Kesehatan mata

  7. Memotong kuku

  8. Menggunakan alas kaki

  9. Mencuci tangan

  10. Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang (zat tenaga, zat pembangun, zat pengatur)

  11. Melakukan aktivitas fisik (min. 30 menit/hari atau 150 menit/minggu)

Mencuci tangan menjadi kebiasaan hidup sehat yang pada masa pandemi ini lebih sering kita lakukan. Mengingat penularan Covid-19 salah satunya dari tangan yang membawa virus kemudian menyentuh bagian wajah. Kebiasaan mencuci tangan sendiri juga membantu pencegahan penyebaran penyakit yang lain selain covid-19, seperti diare dan hepatitis B.

Selain jenis-jenis perilaku hidup bersih dan sehat sehari-hari tadi yang berkaitan dan tubuh kita, aktivitas-aktivitas berikut juga perlu dibiasakan ada dalam keluarga untuk mental dan spiritual, yaitu: