Senyum Merekah di PAUD Sagara

By M. Ariefianto


“eta sakola abdi” (itu sekolah saya), kata seorang gadis cilik sambil menunjuk sebuah bangunan yang baru saja tertutupi atap. Wajah gadis cilik ini menunjukkan kebangaan juga kebahagiaan bahwa sekolahnya sudah memiliki kelas baru, sekarang ada 2 (dua) bangunan kelas walau yang baru ini masih perlu diselesaikan. Kebahagiaan untuk mewakili seluruh anak-anak di kampung Babakan, desa Sagara yang semenjak setahun yang lalu merasakan indahnya punya sekolah, yaitu ketika PAUD Sagara didirikan. Sebelumnya anak-anak di desa ini harus melakukan perjalanan berkilo-kilo meter menemukan sekolah terdekat dari tempat tinggalnya. Tentu saja hal itu sudah tidak menjadi kendala saat ini.


PAUD Sagara yang diprakarsai oleh Community Care Sekolah Mutiara Bunda di Bandung laksana oase di padang pasir bagi seluruh warga kampung Babakan, desa Sagara khususnya. Hal ini bisa dimaklumi karena akses pendidikan bagi warga kampung ini sangat jauh dari pemukimannya. Akses ini pula yang pada akhirnya membuat kepesertaan didik di wilayah ini masih cukup rendah, terutama di masa 6 tahun pertama level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kenyataan ini menjadi ironi bilamana kita ketahui bahwa usia 6 tahun pertama anak adalah masa-masa emas ketika mereka sedang belajar kehidupan dengan potensi kecerdasan yang sangat besar. Bahkan salah satu ahli pendidikan anak mengatakan bahwa periode ini sangat krusial karena otak anak di masa ini sangat mudah menyerap berbagai informasi yang diberikan, sehingga akan disayangkan bila tidak termanfaatkan dengan optimal. Oleh karenanya ComCare Mutiara Bunda sangat antusias untuk membangun PAUD Sagara sebagai solusi utama pendidikan anak usia dini di kampung Babakan, desa Sagara.


Pembangunan PAUD Sagara direncanakan lengkap dengan 2 bangunan kelas, perpustakaan serta rumah singgah untuk guru tetap maupun guru tamu dari Bandung yang secara berkala mengajar di sekolah. Di lain pihak, ComCare juga berupaya membangun kesadaran bersama semua pihak bahwa akses pendidikan adalah tugas bersama walau sejatinya tanggungjawab pemerintahan dari pusat sampai daerah. Pembangunan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat menjadikan PAUD Sagara sebagai tempat dirayakannya gotong royong juga kebersamaan warga kampung Babakan sangat nyata. Ujungnya rasa tanggungjawab dan memiliki masyarakat pada PAUD Sagara terus tumbuh optimal ditandai oleh binar mata gadis kecil yang menunjuk bangunan sekolahnya.


Tentu saja sebagai sesama anak bangsa yang cinta tanah air maka ikut bahagia apabila kualitas generasi penerus kita jauh lebih baik, khususnya di wilayah yang jauh dari kota. Salah satu cara untuk mendapatkan generasi terbaik dimulai dari PAUD. Kesempatan itu terbuka lebar di PAUD Sagara. Dengan terus mendukung proses pembangunan PAUD Sagara maka secara tidak langsung maka kita peduli akan generasi terbaik penerus bangsa ini. Seberapa pedulikah kita? Gadis cilik dan rekan-rekannya di Kampung Babakan, desa Sagara menanti jawaban kita semua.

44 tampilan0 komentar