Zuper Women!

1001 Cerita di Mutiara Bunda

By Syofie Zulaikha



Sudah hampir 24 tahun aku menjadi keluarga besar Mutiara Bunda. Dari jaman masih kuliah sampai dengan anak sudah kuliah tingkat 2. MasyaaAllah, tidak terasa…, padahal dari jaman aku hamil, melahirkan dan memiliki anak, selalu ada keinginan dalam hati untuk resign… resign dan resign karena ingin fokus mengasuh anak dirumah. Ternyata qadarullah, sampai saat ini aku masih tetap berada di Mutiara Bunda. Sebagai salah satu orang lama yang tahu sekali cikal bakal Mutbun dan merasakan bagaimana jatuh bangunnya Mutbun. Banyak pengalaman-pengalaman suka maupun duka, apalagi sebagai orang lama yang sudah terbiasa dengan “multijob” nya, hehehe, inget banget ketika akan membuka sekolah TK Mutiara Bunda PSM, aku salah satu guru yang diminta stay disana. Karena disana guru dan muridnya masih sangat terbatas jadi aku merangkap antar jemput jika dibutuhkan, kebersihan dan marketing door to door menyebar brosur Mutbun, perjuangan banget tapi menyenangkan…, karena kita sangat kompak, kekeluargaan dan saling support. Tapi bukan itu yang akan aku ceritakan. Ada cerita lain yang sampai saat ini berkesan dan kalau diingat ingat lagi dan flashback, aku selalu berpikir dalam hati, “kok bisa ya aku melakukannya?”.Kadang percaya ga percaya ternyata aku bisa melewati dan melakukannya. Tapi ntahlah ya kalau diulangi lagi, apakah aku masih sanggup atau tidak, hahaha.


Sebagai Angkatan Jadulers, aku merasa lebih kuat, tahan banting dan tahan dengan berbagai tekanan-tekanan yang datang dalam pekerjaan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan jatuh bangunnya dan merintisnya dari bawah sampai Mutiara Bunda bisa seperti saat ini. Aku merasakan ada tantangan-tantangan yang berbeda-berbeda di setiap tahun ajaran barunya. Yang pasti pihak manajemen memberikan amanah itu kepadaku bukan asal pilih orang tapi sudah atas pertimbangan yang matang, serta menganggap aku memang mampu dan pantas memegang posisi tersebut. Beberapa contoh yang sangat berkesan dan tak terlupakan pada saat memegang 5 job sekaligus ditahun ajaran barunya yaitu sebagai asisten guru kls TK A merangkap PJ library, PJ ILT, dokumentasi dan PJ pembuatan koran kecil sekolah TK Sukaluyu. Atau pada saat menjadi guru di dua kelas sekaligus kelas Playgroup Pagi dan Playgroup siang dengan full anak di TK Arcamanik. Nah yang paling…paling dan paling super itu setelah 16 tahun berada di TK Sukaluyu aku dipindahkan ke posisi guru Art SD Mutiara Bunda. Yang mengharuskan aku mengajar anak kelas 1 sampai kelas 6 dengan 18 kelas 450 anak, Masyaa Allah. Tawaran jadi guru Art SD saat itu, disatu sisi aku senang karena art memang bidang yang aku sukai, tetapi disisi lain aku tidak punya background atau pendidikan yang berhubungan dengan Art dan harus mengajar anak SD pula. Kecemasan dan ketakutan menghantui aku saat itu. Bayanganku, SD saat itu seperti dipindahkan ke suatu negeri antah berantah yang mengharuskan berjuang sendiri agar bisa survive disana, hahaha. Sempat memohon untuk tidak di pindahkan, tapi banyak juga teman-teman yang mensupport aku. Terutama suami dan Bu Zaki sebagai psikolog di TK Sukaluyu saat itu. Alhamdulillah akhirnya tantangan itupun aku ambil. Dalam pikiranku terbesit, ini adalah kesempatan aku mengembangkan kesukaanku berkreasi dan belajar berada dilingkungan kerja yang baru tidak melulu berada diposisi yang sama dan nyaman. Aku harus belajar dari nol saat itu. Ritme kerja dan suasana di TK dan SD sangat jauh berbeda. Di SD berhubungan dengan banyak orang dengan berbagai karakter, akademik dan lingkupnya sangat luas tidak seperti di TK yang kecil, sedikit penghuninya dan terasa sangat homey. Mau tidak mau karena aku sudah mengambil keputusan untuk menerima sebagai guru Art tahun ajaran 2013-2014, aku harus mulai belajar untuk mengetahui semua hal yang berhubungan dengan perakademikan disana, terutama yang berhubungan dengan Art. Semua guru SD melihat aku sebagai guru Art Profesional, jadi beban buat aku saat itu. Padahal tau apa aku tentang Art? paling-paling Art yang selama ini aku ajarkan di TK. Tapi inikan SD bukan TK? apalagi mengajar anak-anak kelas atas? Ya Allah…, bisakah aku? Belum lagi imej ruang art yang katanya sarang binatang, anak-anak tidak nyaman jika belajar disana dan imej guru-guru art sebelumnya membuat kekhawatiran dan kecemasanku semakin menjadi. Hanya doa, ikhtiar dan belajar meyakini diri sendiri bahwa aku pasti bisa! Ada istilah “dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan”, ternyata benar. Aku coba belajar…belajar…dan terus belajar. Ya belajar dari teman-teman, ya belajar dari lingkungan juga belajar secara otodidak, cari-cari tahu dari mbah goolge. Mau ngucapin terima kasih buat ibu Tina Apri yang sudah ngajarin aku membuat Program dan Unit plane sampai pernah mendapat reward dari Ibu Daily Kepsek aku sebagai guru yang mengumpulkan berkas pertama kali Alhamdulillah tekad untuk menjadikan ruang art ruang yang nyaman dan disukai semua orang akhirnya terealisasikan. Dan Alhamdulillah dengan modal materi art saat di TK aku bisa mengaplikasikannya di SD menjadi Art yang sesuai dengan tingkatan levelnya. Kebetulan saat itu berkas-berkas art yang aku butuhkan baik softcopy maupun hardcopynya tidak dapat ditemukan secara lengkap. Administrasi perakademikannya saat itu kurang bagus dan kebetulan labkompun sedang renovasi, jadi lengkaplah penderitaanku saat itu. Mau bertanya dengan guru art yang lain pun tidak bisa karena guru art sebelumnya sudah pindah ke Bali dan tidak ada guru Art lain di SD saat itu yang bisa aku tanyakan. Pada akhirmya aku banyak membuat lessonplan yang menyimpang dari art-art sebelumnya. Alhamdulillah Art yang aku berikan bisa diterima dikalangan anak-anak dan guru SD. Bahkan pelajaran Art menjadi salah satu pelajaran yang anak-anak tunggu ditiap minggunya. Ruang art pun menjadi ruang yang disukai anak-anak dan guru. Banyak hal yang aku pelajari di SD dan Alhamdulillah betah pula. Rasa percaya diriku semakin terasah. Terima kasih yang tak terhingga untuk Miss Mira sebagai kepala sekolah TK Sukaluyu saat itu yang sudah “menjerumuskan” aku ke SD Mutiara Bunda, hihihi.


Tantangan ditahun berikutnya, tahun ajaran 2014-2015 tidak kalah fantastiknya. Aku yang sudah betah di SD harus Kembali ke TK karena kendala sertifikasi. Padahal aku sudah betah dan tidak ingin dipindahkan ke TK. Akhirmya aku tetap di SD memegang 7 kelas untuk anak kelas 1 sampai dengan kelas 2 dan di TK Arcamanik aku diamanahi menjadi guru kelas PG siang. Yang lebih mengagetkan lagi dengan mengajar di 2 sekolah, qadarullah waktu mengajarnya mengharuskan aku bulak balik TK-SD setiap harinya (Senin-Kamis). Pagi dari jam 07.20 WIB sampai 09.30 WIB, aku mengajar di SD, 09.30 WIB sampai 12.00 WIB aku “terbang” ke TK, lalu jam 12.00 WIB sampai jam 13.30 WIB aku kembali mengajar di SD. Bahkan terkadang jika di TK ada meeting yang mengharuskan aku hadir, mau tidak mau aku harus Kembali ke TK. MasyaaAllah sesuatu pokoknya. Untuk memudahkanku bolak balik TK-SD aku meminta ada yang mengantar jemputku. Alhamdulillah om Nandang fotocopy dengan setia mengantar jemputku. Terima kasih om…, Tidak mudah memang memegang 2 sekolah dimana dua-duanya aku menjadi guru utamanya dengan kondisi setiap hari bolak balik ke 2 sekolah tersebut, butuh extra tenaga, pikiran dan manajemen waktu yang baik. Kendala-kendala pasti ada, tetapi Alhamdulillah aku menikmati hari-hariku mengajar bolak balik di dua sekolah tersebut. Kini masa-masa itu sudah terlewati dan akan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa “seberat apapun tantangan pekerjaan kita, jika kita menjalaninya dengan hati, ikhlas dan enjoy, insyaaAllah semuanya akan terasa ringan dan mudah”. SELAMAT HARI GURU…

3 tampilan0 komentar

Mutiara Bunda Group of Schools

Head Office : Jl Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung

admin@sekolahmutiarabunda.com

Telp : (022) 721-1200

©2019 by Mutiara Bunda.