Teori Pola Asuh Anak Mengenai Kemandirian

sumber ilustrasi gambar dari jcompa on preefik


Sabda Rasulullah SAW yang diriwarayatkan oleh Imam Tirmidzi

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW bersada:
“Tidak ada yang terlahir, kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Bergama Yahudi atau beragama Nasrani” HR. Bukhari & Muslim

Pola Asuh menurut Hurlock.

Pola asuh adalah kedisiplinan. Disiplin merupakan cara masyarakat mengajarkan kepada anak perilaku yang dapat diterima kelompok. Tujuan kedisiplinan memberitahukan kepada anak sesuatu yang baik dan buruk serta mendorongnya untuk berperilaku dengan standar yang berlaku dalam masyarakat di lingkungan sekitar.

Menurut Yahdini Firda Nadhirah, 2014

Pola Asuh merupakan interaksi antara orang tua dan anak yang didalamnya orang tua menjalankan perannya dalam membesarkan dan mendidik anak, mamberi kasih saying pada anak, melindungi anak, menjadi model bagi anak, membantu proses sosialisasi, dan mernerapkan sikap, nilai-niai, keterampilan yang dapat digunakan anak untuk mempertahankan hidupnya.

Pola Asuh à Pola Interaksi antara anak dan orang tua yang meliputi pemenuhan fisik seperti makan, minum, dll) dan kebutuhan non fisik seperti perhatian, empati, dan kasih sayang.

Agus Wibowo, Pendidikan Karakter Anak Usia Dini (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2013)

Tujuh pola sikap atau perlakuan orang tua terhadap anak yang masing-masing mempunyai pengaruh terhadap kepribadian anak, yaitu:

1. Overprotection (terlalu melindungi)

Orang tua melakukan kontak yang berlebihan dengan anak, pemberian bantuan pada anak secara berlebihan.

2. Permissiveness (Pembolehan)

Memberikan kebebasan untuk berfikir atau berusaha, menerima gagasan pendapat, membuat anak merasa diterima dan merasa kuat.

3. Rejection (Penolakan)

Bersikap masa bodoh, kaku, kurang memperdulikan kesejahteraan anak

4. Acceptance (Penerimaan)

Memberikan perhatian dan cinta kasih yang tulus kepada anak.

5. Domination (Dominasi)

Mendominasi Anak

6. Submission (Penyerahan)

Senantiasa memberikan sesuatu yang diminta anak dan membiarkan anak berperilaku semaunya di rumah.

7. Punitiveness (Terlalu Disiplin)

Mudah memberikan hukuman dan menanamkan kedisiplinan

Kemandirian menurut Erickson

Kemandirian yaitu suatu sikap usaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya dengan proses mencari identitas ego, yaitu merupakan perkembangan ke arah yang mantap untuk berdiri sendiri.

Mengajarkan anak untuk menjadi mandiri sangat penting karena dengan kemandirian, anak bisa menjadi lebih bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhannya. Anak mandiri dapat lebih percaya diri dan mampu menyelesaikan semua hal yang menjadi tanggung jawabnya tanpa bantuan orang lain.

Doll menyebutkan beberapa aspek kemandirian.

  1. Menolong diri sendiri secara umum
  2. Mengarahan diri sendiri
  3. Bergerak
  4. Sosialisasi
  5. Peerkajaan
  6. Komunikasi

Peran pola asuh orang tua sangat penting terhadap kemandirian anak. Orang tualah yang berperan mengasuh, membimbing, membantu dan mengarahkan anak untuk menjadi mandiri.


Sumber : Rr. Budi Handayani (Principal PKLK Mutiara Bunda)

Editor: Achmad Taufik

Leave a Reply

Kirim Pesan
"Guru adalah lentera hidup, terima kasih kepada semua guru yang terus mendidik dan mencerdaskan anak bangsa"

Selamat Hari Guru Ayah dan Bunda, silahkan berkirim pesan langsung via whatsapp bersama admin kami