Emosiku, Emosi Anakku!

Emosional

Setiap orang tua tentunya mengharapkan memiiki anak yang mempunyai karakter yang baik. Dan karakter yang dimiliki oleh seseorang dipengaruhi oleh emosi yang dimilikinya. Emosi memiliki peran yang penting dalam proses berinteraksi dan pengembangan diri. Kebanyakan orang abai akan adanya emosi dalam dirinya maupun diri orang lain. Ibu Rr. Budi Handayani, S.Pd. (Principal PKLK Mutiara Bunda) dalam kegiatan B&B (Bermain dan Berbagi) mengajak kita untuk lebih memahami seluk beluk emosi.

EMOSI

Merupakan pola reaksi kompleks yang melibatkan pengalaman, perilaku, dan fisiologis, yang digunakan untuk menangani masalah atau peristiwa penting yang dialami individu.

EMOSI – SOSIAL

Pola reaksi kompleks yang melibatkan pengalaman, perilaku, dan fisiologis, yang digunakan untuk menangani masalah atau peristiwa penting yang dialami individu dalam kehidupan bermasyarakat yang terus tumbuh dan berkembang.

Sebagai makhluk sosial, kita akan selalu dihadapkan pada situasi yang melibatkan emosi sosial kita dalam kehidupan sehari-hari. Melatih diri dalam pengendalian diri dapat menentukan seperti apa pribadi kita di mata orang lain.

Pentingnya Pengendalian Diri

  • Membantu menjadi pribadi yang lebih berempati terhadap sesama
  • Sukses dalam melakukan berbagai macam aktivitas hidup seperti belajar, membangun hubungan, menyelesaikan masalah sehari-hari, dan beradaptasi terhadap berbagai macam tuntutan perubahan dan perkembangan
  • Menganalisis situasi sosial

Jenis-Jenis Emosi

Emosi bahagia untuk menunjukkan rasa bahagia atau senang

Bahagia

  • Emosi yang paling dicari oleh semua orang.
  • Namun, bahagia juga bisa muncul bersamaan dengan emosi lain

Sedih

  • Psikolog Paul Ekman menganggap emosi sedih menyebabkan manusia menjadi pasif.
  • Ketika merasa sedih, kamu pasti tidak ingin beraktivitas, bahkan makan saja kurang selera.
Emosi marah untuk menunjukkan perasaan  marah atau tidak senang

Marah

  • Memendam amarah dapat meningkatkan hormon stres yang berdampak pada gangguan kecemasan.
  • Hal yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana mengekspresikan rasa marah, bukan tidak boleh merasa marah.
emosi takut unutk menunjukkan perasaan ketakutan pada sesuatu

Takut

  • Menurut psikolog Paul Ekman, takut merupakan emosi yang paling tidak menyenangkan. Sebab, pola pikir manusia ikut berperan aktif dalam meningkatkan emosi ini.
Emosi kaget untuk menunjukkan perasaan shock, terpesona, atau mengejutkan

Kaget

  • Emosi terkejut merupakan emosi yang terjadi dalam durasi tersingkat.

Jijik

  • Perasaan jijik dipicu oleh penampilan, bau, atau tekstur tertentu. Respon utama manusia saat merasa jijik yaitu berusaha menjauhkan diri atau menghilangkan hal yang dianggap menjijikan.
  • Emosi jijik juga bisa muncul saat kita melihat perilaku buruk orang lain

Keterampilan Sosial

Emosi berperan penting pada keterampilan sosial seorang anak. Seseorang yang memiliki keterampilan sosial dapat lebih aware pada lingkungan sekitar. Keterampilan Sosial adalah suatu kemampuan yang berguna saat berkomunikasi dan membangun suatu hubungan dengan orang lain secara efektif.

Keterampilan Sosial yang Diperlukan Oleh Anak

  • Pengendalian diri
  • Memiliki sopan satun
  • Mengendalikan emosi
  • Bersimpati Melakukan kontak mata
  • Mendengarkan dan menyimak orang lain
  • Bekerja dalam kelompok

Gangguan Perilaku

Kurangnya pengendalian emosi pada diri kita dapat mengakibatkan pada gangguan perilaku. Tentunya gangguan perilaku ini dapat memberikan pengaruh negatif bagi lingkungan sekitar kita. Beberapa gangguan perilaku yang perlu kita ketahui adalah sebagai berikut.

  • Oppositional Defiant Disorder (OPP) gangguan yang ditandai dengan perilaku menentang terhadap orangtua, pengasuh, atau guru secara tidak wajar.
  • Gangguan perilaku emosional (Marah, sedih dll secara berlebihan)
  • Impulsif (melakukan suatu hal tanpa memikirkannya terlebih dahulu)
  • Anxiety Disorder (Cemas, takut, pemalu, menyendiri, tidak berteman, terlalu sensitive)

Faktor Penyebab Datangnya Gangguan Perilaku

Gangguan Perilaku dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

  • Rasa ketidaknyamanan/gelisah
  • Perlindungan yang berlebihan
  • Kritikan
  • Ketidak konsistenan
  • Godaan
  • Model orang tua yang temperamen

Apa yang harus dilakukan???

  • Mengajari kemampuan sosial
  • Pengalihan aktivitas pada hal yang menyenangkan
  • Mengembangkan rasa empati
  • Memberi latihan kemampuan berkelompok
  • Memasukkan dalam lingkungan baru sesuai hobi

CONDUCT DISORDERS

Conduct Disorder merupakan ketidakmampuan untuk mengendalikan diri. Adapaun penyebab dari Conduct Disorder adalah sebagai berikut

  • Disiplin yang lemah
  • Kasar dan disiplin yang berlebihan dari orang tua yang otoriter
  • Disiplin yang tidak konsisten dari orang tua atau guru
  • Orang tua dalam keadaan stress, sehingga lalai dalam menerapkan aturan pada anak, disebabkan kesibukan pribadi.
  • Kreatif yang luar biasa pada anak

Apa yang harus dilakukan?

  • Komunikasi dengan anak
  • Nilai & aturan
  • Membangun hubungan akrab
  • Empati & simpati
  • Beri penjelasan
  • Tetapkan konsekuensi

Lalu bagaimana caranya agar anak dapat mengontrol emosinya dengan baik? Maka, sebagai orang tua ada beberapa hal yang dapat dilakukan Ketika berkomunikasi dengan anak.

  • Saat berbicara gunakan suara dan intonasi yang normal
  • Saat berkomunikasi nada bicara bersahabat dan terkontrol
  • Tidak cemas, tidak stress, tidak marah

Tahapan kehidupan pengendalian emosi anak-anak kita yang pertama dan utama akan bergantung pada kedua orangtunya, selagi masih ada kesempatan untuk mengoptimalkannya, bisa dilakukan dengan keadaran. Sehat pengendalian emosinya, sehat jiwa dan pikirannya.


Narasumber : Rr. Budi Handayani, S.Pd.

Leave a Reply

Kirim Pesan
"Guru adalah lentera hidup, terima kasih kepada semua guru yang terus mendidik dan mencerdaskan anak bangsa"

Selamat Hari Guru Ayah dan Bunda, silahkan berkirim pesan langsung via whatsapp bersama admin kami